Pemilihan Remaja Teladan Sinode GMIM Sukses Digelar, Rio Dondokambey Bangga

Manado, BAROMETERSULUT –
Pemilihan Remaja Teladan (Retel) 2021 Sinode GMIM sukses digelar. Sabtu (30/10) di Aula Mapalus Kantor Gubernur, berlangsung Malam Grand Final Retel.

Dipercayakan KPRS Sinode menjadi ketua panitia pemilihan, Rio Dondokambey sangat antusias menggelar kegiatan yang menghasilkan kader- kader muda GMIM.

Dalam sambutannya Rio menyatakan rasa syukur dan bangga kegiatan pemilihan remaja teladan ini bisa terlaksana.

“Kegiatan ini bisa terus dilaksanakan karena menghasilkan kader-kader remaja GMIM yang hebat karena bisa membantu masyarakat dan berperan aktif dalam menunjang program pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Olly Dondokambey melalui Kaban Kesbangpol Steven Liow memberikan apresiasi kegiatan Remaja Teladan 2021.

Adapun malam grand final berlangsung dengan protokol kesehatan (prokes ketat).

Para peserta dinilai 5 juri yakni Hendri Kaitjily Kadisparbud Sulut, Mikha Paruntu, Rio Dondokambey, Pdt Joicea Sondakh dan Mercy Rumengan serta Juri Kehormatan Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Dondokambey -Tamuntuan.

Baca juga:  PSI Sulut Ajukan Kader Terbaik Siap Bekerja, Tidak Mengusung Caleg Terpidana Korupsi

Diketahui, proses Pemilihan Retel 2021 diawali dengan pelantikan panitia oleh Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina, Kamis (30/09), di GMIM Bukit Moria Rike.

Selanjutnya panitia mulai melaksanakan karantina para peserta selama tiga hari sebelum pelaksanaan road show.

Dalam road show juga para peserta diajak berkunjung ke sejumlah instansi dan lembaga.

Menariknya, salah satu dari road show ketika Ketua Panitia Rio Dondokambey mengajak para para finalis retel mennyambangi Panti Sosial Bartemeus, milik Yayasan GMIM AZR Wenas Bidang Pendidikan dan Persekolahan.

Di sana, mereka membaur dengan para penghuni berkebutuhan khusus penyandang tuna netra, namun banyak prestasi yang sudah diukir. Ada yang menjadi juara talent show dan juga mengakhiri pendidikan di bangku kuliah dengan gelar sarjana.

Rio menyebut, pihaknya menekankan adanya interaksi antara finalis remaja teladan dengan para penghuni SLB, yang di antaranya penyandang tuna netra.

Baca juga:  Saafa Legowo Letakkan Jabatan Ketua DPW-PKS Sulut

“Mereka dihadapkan untuk senantiasa mengucap syukur.
Ketika melihat adik-adik di sini keterbatasan fisik, namun mereka punya prestasi,” ungkapnya.

“Jadi ada motivasi untuk tidak menyerah. Tidak terbuai dengan kelemahan maupun segala keterbatasan kita,” tuturnya.

Motivasi, kata Rio, melihat dari berkebutuhan khusus, tapi memiliki talenta, makin bersemangat lagi dalam hidup melayani Tuhan.

“Mereka tidak ada beda. Semua sama. Ada cita-cita yang ingin dicapai. Mereka punya mimpi tapi mereka punya keterbatasan finansial dan fisik, tapi ada yang sudah berhasil,” kata dia.

“Semoga memberi semangat menjalani hidup, serta menggapai cita-cita. Bahwa apa yang kita inginkan itu semua dari kita. Dimulai dari kita dan mau berusaha. Tapi yang menentukan masa depan kita adalah Tuhan,” tandasnya.(rendy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *