Perayaan HPS ke-41, Bupati Joune Apresiasi Peran KTNA Pada Produksi Pertanian Minut

Minahasa Utara, BAROMETERSULUT.com – Pada momentum Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-41 Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda memberikan apresiasi kepada Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Minut dibawah pimpinan Arly Dondokambey.

Menurut Joune Ganda, kelompok – kelompok tani di bawah koordinasi dan bimbingan dari KTNA mampu meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Minut.

Sama seperti tema tahun ini, “Pertanian Meningkat, Pangan Aman di Tengah Pandemi dan Krisis Global”, Bupati Joune juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Minut.

“Hal yang perlu kita lakukan saat ini adalah menanam bibit – bibit unggul yang kapasitas output nya meningkat, dalam hal ini KTNA juga mempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkan varietas – varietas  yang tingkat produksinya lebih tinggi dari sebelumnya,” kata Bupati Joune usai melakukan olah tanah dan penanaman bibit padi ladang menggunakan alat mesin pertanian yang disaksikan oleh  Menteri Pertanian RI Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H  secara virtual, Senin (25/10/2021).

Untuk itu Bupati yang berlatar belakang pengusaha ini berharap kelompok – kelompok tani di Minut bisa lebih aktif lagi dalam berkomunikasi dengan dinas terkait dan KTNA agar bisa terus mengupdate informasi, teknologi dan varietas terbaru agar nantinya petani di kabupaten Minut bisa mendapat hasil yang maksimal sehingga dapat berpengaruh pada meningkatnya produksi pertanian di Minut.

Baca juga:  Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2023, Kadispotdirga Lanud Sam Ratulangi Bacakan Sambutan Menpora RI

“Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan ketahanan pangan kita serta perbanyak konsumsi makanan bergizi demi kelangsungan generasi kita dan kedepannya,” terang Bupati.

Sementara itu, Ketua KTNA Arly Dondokambey mengatakan pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten untuk kesejahteraan petani di Minut.

“Saat ini saya berharap mendapat dukungan dan kerjasama dari pemerintah kabupaten, untuk menjadikan rekomendasi KTNA sebagai syarat pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani,” harapnya.

Selain itu dijelaskan Duta Petani Milenial Minut, saat ini terjadi pengurangan bantuan dari pemerintah pusat, yang sebelumnya pada tahun 2020 Kabupaten Minut menerima bantuan sebesar 30.000 hektar dan tahun 2021 hanya mendapat bantuan sebesar 3000 hektar.

“Hal ini diakibatkan adanya pergeseran anggaran dampak dari pandemi Covid-19, namun dari sisi lain pemerintah melihat bahwa dengan ditutupnya keran import jagung dengan harga 5000, petani bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Sebenarnya disini tidak ada kendala tapi pemerintah hanya mencoba untuk merubah pola pikir petani,” beber Dondokambey.

Baca juga:  Peringkat Dua MCP KPK, Pertegas ODSK Anti Korupsi

Lebih lanjut ditegaskan Dondokambey, bahwa saat ini tidak terjadi kelangkaan bibit maupun pupuk seperti yang diisuhkan.

“Yang terjadi saat ini bukan kelangkaan barang tetapi lebih kepada kurangnya stok subsidi bibit dan pupuk dengan harga 3500 yang ada saat ini hanya yang nonsubsidi dengan harga 5000,” jelas Dondokambey.

Kegiatan peringati HPS yang berlangsung di Jalan Soekarno ini turut dihadiri, Kadis Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut Ir. Novly Wowiling, M.Si, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulut Dr. Ir. Ismail Maskromo, M.Si, Kepala Balai Karantina Pertanian Provinsi Sulut drh. Setyawan Pramularsih, Kepala Dinas Pertanian Minut Wangke Karundeng, Kepala Dinas Pangan Minut Johana Manua, Para Pejabat di lingkungan Pemkab Minut, serta masyarakat kelompok Tani yang hadir secara langsung maupun mengikuti secara Virtual.

(Anggi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *