3 Tahun Pimpin Minahasa, Ini Prestasi ROR-RD

Minahasa, BAROMETER – 
Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, Octavian Roring-Robby Dondokambey genap berusia tiga tahun, Sabtu (25/9).

Bentuk syukur atas penyertaan Tuhan Yang Maha Esa dalam memimpin Kabupaten Minahasa, ROR dan RD sapaan akrab Keduanya ini menggelar ibadah bersama dengan sejumlah jajaran pemerintahan di Jemaat GMIM Imanuel Leilem, Kecamatan Sonder dengan penerapan protokol ketat.

Mengusung Visi “Terwujudnya Minahasa Maju Dalam Ekonomi dan Budaya, Berdaulat, Adil dan Sejahtera”, yang dituangkan dalam nawacita ROR-RD dan dijabarkan melalui 22 Program Prioritas, sejak awal pemerintahan langsung tancap gas sampai saat ini, dalam mengaktualisasikan janji-janji mereka kepada masyarakat Minahasa.

Selang tahun ketiga memimpin Minahasa berbagai program prioritas pun sudah dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat Minahasa di berbagai bidang, diantaranya:

Bidang Pendidikan

Sejak Oktober tahun 2018 sampai saat ini, tercatat ada 147 ruangan baru yang dibangun di 8 sekolah, serta 63 sekolah direhabilitasi. Selain itu, pengadaan komputer Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP), peralatan laboratorium dan peralatan penunjang pendidikan lainnya.

Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan tersebut diikuti dengan peningkatan kompetensi guru melalui kerjasama dengan lembaga penjamin mutu pendidikan dan pelatihan-pelatihan guru dalam berbagai mata ajar. Disamping itu, ROR-RD juga sangat merasakan kondisi pendapatan guru-guru yang dikategorikan sebagai tenaga harian lepas, sehingga sejak tahun 2019 telah ditingkatkan pendapatan mereka sebesar 300 persen.

Disisi lain, untuk membantu dan memotivasi anak-anak sekolah yang baru masuk kelas 1 Sekolah Dasar (SD) dan kelas 7 SMP, maka mulai tahun 2019 sampai saat ini, ROR-RD telah mengalokasikan anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), untuk pengadaan seragam sekolah, baik baju, sepatu dan tas kepada 5.093 siswa SD dan 4.417 siswa SMP, dengan jumlah total 9.510 siswa. Bantuan ini diharapkan akan memberikan stimulus bagi orang tua untuk peduli terhadap pendidikan yang diharapkan akan terjadi sinergitas dalam memajukan pendidikan di tanah Minahasa.

Bidang Kesehatan

Sejak 1 Oktober 2018, telah dilaunching kepesertaan BPJS Kesehatan melalui Universal Healt Coverage (UHC) untuk Fasilitas Kesehatan Kelas III bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali, meskipun perjanjian kerja sama ini kemudian sempat terhenti beberapa waktu dikarenakan adanya pandemi COVID-19 yang mengharuskan sebagian anggaran di refocusing.

Pun demikian, pada tanggal 24 Mei 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dibawah kepemimpinan ROR-RD ini kembali mengcover sebanyak 44.222 orang dengan anggaran sebesar Rp 31.367.282.338,- yang diperuntukan untuk Iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), dan Bukan Pekerja (BP). Selain itu, iuran jaminan kesehatan Kepala Desa dan Perangkat Desa, iuran BPJS Kesehatan tahun 2020, iuran jaminan kesehatan bagi non ASN dan pembayaran klaim rumah sakit dari bulan Januari sampai dengan Mei, dimana seluruh penduduk Minahasa kala itu dicover dengan program BPJS Kesehatan.

Selain itu, ROR-RD juga mengcover seluruh Tenaga Harian Lepas (THL), Aparat Desa dan Kelurahan melalui program BPJS Ketenagakerjaan, dimana sampai tahun 2021 ini, tercatat sebanyak 15.000 jiwa yang dicover melalui program mapalus, 559 orang Aparat Kelurahan, 5.343 orang Aparat Desa 4.020 non ASN/THL dan program ASN Peduli sebanyak 5.367 orang. ROR-RD juga ikut bersinergi dengan Pemerintah Provinsi untuk mengcover kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja keagamaan. Program ini pun kemudian membuahkan hasil dengan diterimanya penghargaan BPJS Ketenagakerjaan atas program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan terhadap pekerja rentan, non ASN/THL, Aparat Desa dan Perangkat Lingkungan.

Meski APBD Minahasa sangat minim, ROR-RD memiliki komitmen yang tinggi untuk mengcover kesehatan masyarakat Minahasa yang belum tersentuh melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Pemerintah Pusat. Disamping itu, dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, sejak akhir 2018 sampai saat ini, semua Puskesmas di Minahasa telah memiliki mobil ambulance.

Selain itu, telah dibangun pula Puskesmas dan penambahan gedung/ruangan serta pembangunan rumah dinas dokter Puskesmas. RSUD Sam Ratulangi Tondano yang adalah milik Pemkab Minahasa, berhasil memperoleh Akreditasi dari Pemerintah Pusat. Namun demikian, melihat perkembangan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat saat ini yang dinilai tak mampu lagi dicover RSUD Sam Ratulangi Tondano, maka Pemkab Minahasa merencanakan pembanguan RS baru yang lebih representatif, yang direncanakan pembangunannya dimulai tahun ini.

Dari tiga tahun kepemimpinan ROR-RD, dua tahun diantaranya terfokus pada penanganan penanggulangan pencegahan penyebaran COVID-19. Baik dana, daya dan upaya hampir seluruhnya dituangkan dalam penanganan pandemi ini. Segala macam upaya dilakukan seperti, Pemberian Bantuan Sembako bagi masyarakat yang terdampak langsung. Selain itu, tersedianya fasilitas, termasuk didalamnya ruang isolasi, di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Sam Ratulangi Tondano dan semua Puskesmas untuk pasien COVID-19. Armada Ambulance untuk mendukung mobilitas penanganan pasien COVID-19 ditambah dan ketersediaan Rumah Singgah diadakan.

Masyarakat kurang mampu di Desa yang terdampak COVID-19 di cover dengan Bantuan Langsung Tunai (BST) yang bersumber dari Dana Desa. Untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih meluas, Pemkab Minahasa berkoordinasi dan bekerjasama dengan Aparat Keamanan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam mencegah penyebaran virus dengan memakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci, serta keluar rumah hanya bila sangat butuh.

Dalam upaya penanganan pandemi COVID-19, saat ini Pemkab Minahasa melakukan percepatan vaksinasi terhadap masyarakat. Dari total 281.595 masyarakat Minahasa yang menjadi target vaksinasi, sebanyak 163.735 orang sudah divaksin, dimana 109.773 orang diantaranya, atau sebesar 38,98 persen, telah divaksin dosis I, dan 53.962 orang atau 19,16 persen sudah divaksin dosis II. Vaksinasi ini meliputi masyarakat umum, tenaga kesehatan, janjut usia, masyarakat rentan dan anak usia 12-17 tahun.

Bidang Infrastruktur

Selang setahun terakhir ini, meski keterbatasan karena penanganan pandemi COVID-19, Pemkab Minahasa dibawah pimpinan ROR-RD telah melakukan peningkatan, pemeliharaan dan rehabilitasi ruas jalan sepanjang 230,60 Kilometer (KM), tersebar di 25 Kecamatan, serta jembatan baru di beberapa lokasi.

Selain itu, kegiatan pembangunan Tangki Septic Skala Komunal sampai saat ini tercatat ada 1.050 unit. Pengembangan infrastruktur daerah ini tentu masih akan berlanjut di tahun-tahun mendatang, sehingga program ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Minahasa.

Bidang Ekonomi

Pandemi COVID-19 telah cukup melumpuhkan perkonomian. Menyikapi hal tersebut, ROR-RD memberi perhatian bagi bergeraknya ekonomi masyarakat Minahasa melalui aktifitas ekonomi di bidang pertanian, perikanan dan koperasi. Hingga saat ini Pemda Minahasa sudah memberikan bantuan pupuk, bibit dan bantuan alat pertanian bagi kelompok kelompok tani di Minahasa. Pemda juga mengusulkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (BLT UMKM) tahun 2021 berjumlah 49.880 penerima dengan, realisasi yang sudah tersalur sampai saat ini sebesar 44.754 penerima.

Demikian halnya juga dengan para nelayan, tak luput dari perhatian Pemerintah Daerah melalui bantuan-bantuan yang dapat membantu usaha di bidang perikanan.

Pelestarian Danau Tondano yang saat ini sudah dicanangkan sebagai salah satu dari 15 Danau Prioritas di Indonesia, hingga kini terus digelorakan. Berbagai program dicetuskan guna melestarikan danau kebanggaan warga Minahasa dan Sulawesi Utara ini, secara berkelanjutan. Penanganan perkembangan Eceng Gondok yang menjadi salah satu ancaman terjadinya pendangkalan danau, perlahan namun pasti dapat teratasi. Ini tak lepas dari upaya Pemerintah melalui program pengangkatan Enceng Gondok yang sejak tahun 2019 sudah dibentuk kelompok kerja, kemudian pada tahun 2020 di launching revitalisasi Danau Tondano yang melibatkan seluruh elemen masyarakat/padat karya, dengan tema “Lumeos In Lour Tondano”, yang dibantu oleh Pemerintah Provinsi.

Bahkan, yang paling baru saat ini, Pemkab Minahasa sudah melaksanakan Kontrak Kerja Revitalisasi Danau Tondano, bekerja sama dengan TNI Kodam XIII Merdeka, dalam pemeliharaan dan pembersihan Danau Tondano dari gulma Eceng Gondok. Dengan harapan, Danau Tondano dapat menjadi alternatif destinasi wisata selain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang.

Bidang Pariwisata

Minahasa memiliki 149 objek wisata yang terbagi dalam, wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan. Pariwisata ini menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi COVID-19, yang membuat anjloknya kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Minahasa terus melakukan inovasi memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran dan promosi destinasi wisata di era kebiasaan baru, dengan penerapan (chse) atau cleanliness (kebersihan), healt (kesehatan), safety (keamanan) dan environment (ramah lingkungan) dalam produk dan layanan wisata.

Bidang Sosial Kemasyarakatan

Di bidang sosial kemasyarakatan, Pemkab Minahasa telah merealisasikan dana duka sejak 1 Oktober tahun 2018 hingga saat ini, dimana tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10.200.000.000. Pemberian bantuan ini dilakukan bersamaan dengan pemberian Akte Kematian dan Kartu Keluarga baru. ROR-RD juga mengalokasikan anggaran untuk bantuan bagi masyarakat yang tertimpa bencana alam, baik tanah longsor, kebakaran rumah, maupun angin puting beliung. Sejak tahun 2020, pemerintah juga memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST), dimana saat ini tercatat ada 71.150 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kemudian, ada Bantuan Pangan Non Tunai (BPTN) bagi 33.108 KPM dan bantuan sosial beras PPKM Darurat 10 kg per KPM, bagi 43.165 penerima.

Perhatian ROR-RD terhadap Pimpinan Agama di Minahasa juga telah dibuktikan dengan direalisasikannya pemberian insentif, dimana setiap tahun dianggarkan Rp. 9.750.000.000, diperuntukkan bagi kepada 870 Pimpinan Agama dari berbagai denominasi agama yang ada di Kabupaten Minahasa. Selain insentif bagi Pimpinan Agama, ROR-RD juga mengalokasikan Rp 7.670.000.000 untuk membantu pembangunan rumah-rumah ibadah yang tersebar di 25 Kecamatan.

Menyadari bahwa Minahasa sebagai bagian dari bangsa yang majemuk, maka ROR-RD juga berupaya membangun harmonisasi hubungan hidup antar umat beragama melalui Forum Komunikasi Antar Umat Beragama. Disisi lain, dalam membangun komunikasi yang efektif dengan umat beragama di Minahasa, ROR-RD terus berusaha hadir dalam berbagai momentum keagamaan yang dilaksanakan oleh berbagai denominasi agama. ROR-RD mampu membawa kehidupan umat beragama di Minahasa sampai saat ini, berlangsung dalam suasana yang harmonis dan saling menghormati. Minahasa terbukti berhasil dan sukses menjadi tuan rumah yang baik dalam berbagai agenda keagamaan antar denominasi gereja, sebagai contoh berbagai kegiatan Aras Sinode GMIM dalam berbagai kategorial pelayanan BIPRA maupun Kelompok Fungsional Lansia serta FSPG, Sidang Majelis Sinode Terbatas dan Sidang Majelis Sinode Istimewa, berhasil dan sukses digelar di Kabupaten Minahasa.

Bidang Pemerintahan

Tata kelola Pemerintahan menjadi fokus ROR-RD dalam peningkatan pelayanan publik. Cara kerja birokrasi pemerintahan didorong untuk menerapkan prinsip time and speed, dengan tetap mengedepankan kinerja sebagai factor utama bagi dinamika organisasi. Pengelolaan Keuangan Daerah terus dibenahi, termasuk permasalahan asset daerah. Hal ini membuahkan hasil memuaskan dengan diraihnya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-7 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Repoblik Indonesia, dimana tiga diantarnya diraih dalam kepemimpinan ROR-RD. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah ini kemudian menyebabkan peningkatan dari tahun ke tahun sampai dengan semester I tahun 2021.

Atas predikat WTP sebanyak tujuh kali berturut-turut dari BPK-RI ini, Pemkab Minahasa pun kemudian menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

ROR-RD juga berhasil meraih prestasi di bidang pelayanan publik. Hal ini menyusul adanya hasil penilaian dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang menyatakan Kabupaten Minahasa memiliki Standar Pelayanan Minimal (SPM) tertinggi di Sulut dan tertinggi ketiga di pulau Sulawesi.

Berdasarkan data dari Sekretariat Bersama SPM Direktorat Jenderal Bina Bangda Kemendagri, SPM Minahasa memiliki nilai rata-rata 92 persen dari enam bidang yang dinilai, yakni bidang pendidikan 90 persen, kesehatan 65 persen, pekerjaan umum 99 persen, perumahan dan pemukiman 100 persen, ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat 98 persen serta sosial 100 persen. Untuk Wilayah Sulawesi, Kabupaten Minahasa berada di urutan ketiga.

Disisi lain, selama tiga tahun memimpin Minahasa, ROR-RD juga mampu membangun sinergitas dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa, dimana tercatat dalam berbagai pembahasan, baik rancangan peraturan daerah (Ranperda) APBD maupun ranperda lainnya, mampu dituntaskan dalam mekanisme yang demokratis, kritis tapi konstruktif dan dalam suasana saling sinergis yang positif dalam satu visi bersama untuk kemajuan Kabupaten Minahasa.

Demikian pula selama tiga tahun memimpin Minahasa, ROR-RD telah mampu membangun sinergitas dengan Pemerintah Provinsi Sulut maupun Pemerintah Pusat, dimana dalam berbagai momen terlihat suasana pertemuan dengan Pimpinan Daerah Sulut maupun pimpinan nasional, berlangsung dalam suasana dialogis, konstruktif dengan tujuan untuk kepentingan pembangunan di tanah Minahasa tercinta.

Dalam perjalanan tiga tahun memimpin Minahasa, goresan karya dan pengabdian ROR-RD sudah ikut mewarnai dinamika pembangunan di Minahasa yang turut dirasakan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh rakyat Minahasa yang sudah menopang pemerintahan kami selama tiga tahun ini. Terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda, jajaran pejabat Pemkab Minahasa, serta secara khusus terima kasih kepada keluarga, isteri dan anak-anak serta cucu-cucu yang setia menopang kami dalam suka duka menjalankan pemerintahan di Kabupaten Minahasa ini,” ungkap Bupati, didampingi Wakil Bupati, serta Ketua Tim Penggerak PKK Minahasa Dra Fenny Ch M Roring Lumanauw dan Wakil Ketua TP PKK Martina Dondokambey Lengkong.

(Novita)

About Redaksi Barometer Sulut

Check Also

Olly Dondokambey Buka Sidang Lengkap Sinode ke-XXV GMIST

Tahuna, BarometerSulut.com– Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE, membuka Sidang Lengkap Sinode (SLS) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *