Kodim 1307/ Poso Bersama Satgas Ops Tinombala Gelar Khitanan Massal

IMG-20171127-WA0002IMG-20171127-WA0000
POSO,Barometersulut.com – Khitanan pada anak laki-laki atau biasa disebut sirkumsisi adalah membuang kulit kulup yang terletak pada glands penis dan biasanya dilakukan orang karena alasan agama dan alasan medis tertentu.

Ustad Yusuf Abdurahman salah seorang Ustad dari kota Malang menegaskan tujuan utama dari bersunat adalah membersihkan diri dari berbagai kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis atau zakar yang masih ada kulupnya.

“Khitan dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit.Misalnya,fimosis, parafimosis,kandidiasis,serta tumor ganas dan pra ganas pada daerah alat kelamin laki-laki.”ujar Ustad yang akrab disapa Gus Yusuf pada penyuluhan tentang pentingnya sunat/Khitanan bagi anak laki-laki untuk kesehatan di Makoramil Pendolo dan kantor Desa Tentena Kabupaten Poso,Minggu (26/11/2017)

Gus Yusuf menjelaskan,telah terbukti bahwa penis laki-laki yang disunat lebih higienis dari yang tidak melakukannya,dimana pada masa tuanya kelak,ia jadi lebih mudah merawatnya,lebih sensitif,tidak mudah lecet dan terkena iritasi.”Selain karena alasan Agama bersunat juga berpengaruh positif terhadap kehidupan seksual laki-laki.”tandas Gus Yusuf.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 132/Tadulako kepada Barometersulut.com menegaskan bahwa kegiatan khitanan massal sebagai bagian dari Bhakti Sosial TNI untuk masyarakat ini diselenggarakan oleh Kodim 1307/Poso dan Satgas Ops Tinombala 2017 dengan tujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama dan Ras yang berada didaerah-daerah terpencil atau pedalaman yang memiliki keterbatasan tenaga medis.”Masalah dan kondisi ekonomi serta letak wilayah pedesaan yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan sehingga menyulitkan bagi warga masyarakat untuk mengkhitankan anaknya serta pelayanan kesehatan secara umum.”ujar Dedy.

Dedy menambahkan teknis khitanan apa Gus Yusuf yang nyaris tidak menimbulkan rasa sakit dan berdarah itu mendapat respon dan antusiasme warga setempat termasuk salah seorang warga yang beragama Nasrani,datang berbondong-bondong memenuhi halaman Koramil untuk mengkhitankan anaknya,terlebih lagi setelah mendapatkan penjelasan/penyuluhan dari Ustad Yusuf Abdul Rahman.

“khitanan dari Bapak TNI dan Pak Ustad ini sangat membantu meringankan beban kami karena semuanya gratis,anak saya yang tadinya takut untuk disunat setelah melihat kawan-kawannya disunat tidak merasa sakit akhirnya anak saya juga berani bahkan saat disunat pun dia masih bisa bercanda sama Pak Ustad” tandas Dedy mengutip ungkapan syukur salah seorang ibu pada saat itu. (Nando/Penrem 132/Tdl)

About Redaksi Barometer Sulut

Check Also

Olly Dondokambey Buka Sidang Lengkap Sinode ke-XXV GMIST

Tahuna, BarometerSulut.com– Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE, membuka Sidang Lengkap Sinode (SLS) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *