Danlantamal VIII Pimpin Upacara 17-an

MANADO,Barometersulut.com- Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Suselo memimpin Upacara Penaikan Bendera 17-an pada hari Senin di Lapangan Mako Lantamal VIII.

Pgs Kadispen Lantamal VIII Mayor Laut(P)Dedy Irawan Eko Cahyono kepada Barometersulut.com mengatakan bahwa pada upacara rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 17 bulan berjalan itu,bertindak selaku Komandan Upacara Paban Proga Srena Lantamal VIII Letkol Laut (KH) Drs. Lorentius Pongky Ari.

Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan oleh Danlantamal VIII menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu belakangan ini kita mengetahui adanya beberapa peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat.Salah satu diantaranya terkait dengan aksi teror terhadap aparat keamanan maupun aksi-aksi kejahatan yang menimpa masyarakat maupun prajurit TNI. Peristiwa ini tentu menimbulkan kegelisahan dan kecemasan masyarakat termasuk keluarga besar TNI.”Kita semua harus selalu bersikap hati-hati dan waspada dimanapun kita berada,sebab kejahatan sering muncul secara tiba-tiba dan membawa jatuh korban,Ini semua harus dapat kita antisipasi sedini mungkin dengan memiliki sikap hati-hati dan kewaspadaan yang tinggi.”tegas Panglima TNI sambil menambahkan kondisi ini memerlukan langkah yang tepat dalam tindakan untuk mencegah agar tidak terulang kembali.

Baca juga:  Pemkab Minut Siap Kelola Pelabuhan dan Terminal Likupang

Panglima TNI menegaskan,kepada seluruh aparat Intelijen dan Teritorial TNI dimanapun berada dan bertugas,saya perintahkan untuk berkoordinasi dengan aparat Kepolisian guna mendeteksi dan mencegah setiap aksi kejahatan yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat, khusunya keluarga besar TNI dan Polri. Pada sisi lain diharapkan seluruh prajurit TNI harus membekali diri dengan berbagai kemampuan dalam menghadapi tantangan tugas kedepan yang tinggi dan semakin kompleks.

Ditambahkannya,Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi,saat ini telah muncul kelompok baru yaitu “Cyber Narcoterorism” kelompok ini menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk menyebarkan informasi yang sesat,mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika yang hasilnya digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme.Kejahatan lintas negara ini akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya bagi peradaban suatu bangsa termasuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

Baca juga:  Fenomena La Nina Pengaruhi Sulut

Pada akhir amanatnya Panglima TNI juga menegaskan soal penggunaan Handphone, Smartphone dan media elektronik lainnya dari hal-hal yang tidak penting serta hindari penyebaran informasi dan berita-berita bohong (Hoax) melalui media sosial karena hal itu dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.”Jangan mudah percaya terhadap berita bohong dan percayalah kepada para Komandan Satuan. Prajurit dan ASN TNI harus cerdas,dan cermat serta pandai memilah dalam memilih berita yang positif dan bermanfaat.”tandas Panglima.

Turur hadir pada upacara tersebut para Asisten Danlantamal VIII,Kadis/Kasatker Lantamal VIII,Perwira,Bintara,Tamtama,Yonmarlan VIII,Satkamla Bitung dan ASN Lantamal VIII(Nando/Dispen Lantamal VIII).
17-07-2017 DANLANTAMAL VIII PIMPIN UP. BENDERA 17-AN DI MAKO LANTAMAL VIII (2)17-07-2017 DANLANTAMAL VIII PIMPIN UP. BENDERA 17-AN DI MAKO LANTAMAL VIII (3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *